STRATEGI BELAJAR DI PERGURUAN TINGGI

  • ·         Mensyukuri Pilihan untuk Kuliah

 

Tanpa melakukan penelitian, sudah menjadi anggapan umum masyarakat bahwa PTN favorit adalan PTN dengan nama-nama terkenal seperti ITB, UI, UGM, IPB, dan UNPAD, setidaknya sebagai 5 besar. Pilihan lebih rincinya mengarah pada program-program studi favorit pada PTN tersebut. Ada beberapa alasan tentang pilihan ini, seperti : biaya yang relatif lebih rendah dibanding PTS dan secara relatif juga adalah kualitasnya. Walaupun tidak dapat di-nafi-kan bahwa ada program-program studi yang bagus kulaitasnya di PTS-PTS, walaupun tetap saja biayanya relatif lebih tinggi. Dimana posisi UPI ? Masyarakat dirasakan masih memandangnya sebagai PTN kelas dua bersama PTN mantan-mantan IKIP. Secara retoris saya dapat menyatakan bahwa penilaian tersebut belum tentu benar, tapi UPI sendiri harus membuktikannya kepada masyarakat.
Stigma tentang profesi guru kadang ambivalen yang di suatu sisi dianggap sebagai pahlawan pendidikan (tanpa tanda jasa) tapi di sisi lain bukan menjadi pilihan utama sebagian besar masyarakat di Indonesia. Sering terdengar pernyataan, “kalau tidak diterima di mana-mana, coba saja jadi guru”. Pandangan tersebut, secara tidak langsung mempengaruhi penilaian masyarakat terhadap PT pencetak para guru seperti UPI yang bukan sebagai pilihan yang pertama. Hal ini semata-mata berkaitan dengan masalah kualitas calon mahasiswa sebagai input dalam sistem pendidikan yang mengasilkan para guru. Sering menjadi kekhawatiran bahwa bagaiamana dapat membentuk calon guru dengan kualitas cemerlang jika calon mahasiswa sebagai input-nya bukan manusia-manusia unggulan. Pendapat ini mengandung asumsi bahwa apapun kualitas proses pendidikan hasilnya secara relatif membentuk kelas manusia yang sama. Tentunya asumsi ini belum tentu benar, dan kita harus berusaha untuk dapat menggugurkan asumsi tersebut paling tidak dengan usaha UPI yang terus menerus memperbaiki kualitas proses pendidikannya dalam rangka membentuk lulusan yang bermutu tinggi.

 

  • ·         Menyiapkan Diri untuk Kuliah

 

Kuliah jelas memiliki perbedaan dengan ketika sekolah di jenjang sebelumnya. Jika di SMA program yang diikuti dapat dengan mudah diikuti karena sudah tampak jelas, tetapi dalam menempuh perkuliahan, mahasiswa harus mampu memiliki perencanaan yang matang. Merencanakan perkuliahan berarti menentukan tujuan-tujuan yang harus dicapai selama kuliah sekaligus sebagai bekal untuk masa depan. Agar tujuan tersebut tercapai mahasiswa harus melakukan pengelolaan diri dan sumber daya untuk mencapai tujuan tersebut serta selalu merefleksi dan mengevaluasi diri sejauh mana tujuan telah tercapai. Hal yang dapat dilakukan sebelum perencanaan sebagai upaya pemahaman terhadap kehidupan di kampus adalah :
(1) Memahami sistem akademik
Setiap perguruan tinggi memiliki sistem akademiknya masing-masing yang berupa tata aturan segala proses akademik yang akan dijalani baik oleh dosen, mahasiswa, dan tenaga administrasi. Sistem akademik ini biasanya tertuang dalam suatu pedoman akademik yang secara berkala diterbitkan oleh PT. Pedoman akademik itu secara garis besar menjelaskana semua prosedur akademik yang berkaitan dengan pembelajaran, penelitian dan pengabdian sesuai dengan tridarma perguruan tinggi.
Mahasiswa biasanya akan mendapat seperangkat pedoman akademik tersebut sebagai guideline selama menempuh perkuliahan. Pengenalan pertama terhadap pedoman ini biasanya saat kegiatan penerimaan mahasiswa baru seperti MIMOSA ini. Selanjutnya mahasiswa akan dibimbing oleh dosen pembimbing akademik selama kuliah sampai lulus. Mahasiswa harus memahami bagaiaman struktur program mata kuliah, penyelenggaraan kegiatan akademik sampai penyelesaian program akademik
(2) Memahami lingkungan dan suasana kampus
Banyak hal yang harus dipahami berkaitan dengan lingkungan dan suasana kampus. Susana kampus dapat terlihat alamiah seperti fasilitas-fasilitas yang tersedia. Tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah suasana aktivitas dan interaksi yang terjadi antar sivitas akademika atau dengan pihak masyarakat. Lingkungan

kampus dapat berupa lingkungan inter maupun eksternal. Lingkungan internal kampus lebih banyak didominasi oleh kegiatan yang bersifat kurikuler dan ko-kurikuler. Sementara lingkungan eksternal kampus lebih luas lagi mencakup aktivitas masyarakat dan pemerintahan secara sosial, ekonomi, politik, agama dan budaya. Lingkungan yang harus dikenal mahasiswa seperti lingkungan tempat kost-an atau asrama.
Mahasiswa tentunya harus mampu mengenal lingkungan dan suasana kampus dengan baik, agar dapat menghindarkan diri dari kegiatan yang tidak bermanfaat bahkan merugikan seperti narkoba, pergaulan bebas, dan kegiatan-kegiatan yang lain yang bersifat destruktif bagi mahasiswa.
(3) Memahami kekuatan dan kelemahan diri
Sebelum mahasiswa menempuh segala aktivitas di kampus, mahasiswa harus terlebih dahulu memahami kekuatan dan kelemahan dirinya yang akan mendukung dan menghambat proses perkuliahan. Hal-hal yang perlu dipahami adalah : tujuan serta dasar pemilihan program studi; kemampuan ekonomi baik secara pribadi maupun ekonomi orang tua; dan gaya belajar. Mahasiswa harus mengetahui sejauhmana kemamuan ekonomi untuk mendukung sampai akhir kuliah. Gaya belajar perlu dipahami karena dalam kegiatan akademik seperti perkuliahan gaya belajar mahasiswa sangat menentukan keberhasilannya. Pemahaman tentang kekuatan dan kelamahan diri akan sangat bermanfaat dalam perencanaan dan perjalanan kuliah.

 

  • ·         Merencanakan Strategi untuk Keberhasilan Kuliah

 

Setelah mampu memahami sistem akademik, lingkungan, serta kelebihan dan kelemahan diri, mahasiswa dapat merencanakan strategi untuk keberhasilan kuliah. Hal-hal yang harus dilakukan dalma perencanaan adalah : (1) menetapkan dan memantapkan tujuan jangka menengah (selama kuliah) dan jangka panjang (pasca kuliah); dan (2) merancang strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
Tujuan yang dibuat harus spesifik. Sebaiknya, tujuan yang terlebih dahulu harus dimantapkan adalah tujuan jangka panjang sebagai acuan semua aktivitas jangka pendek (bulan atau semester) dan jangka menengah. Tujuan jangka panjang adalah proyeksi masa depan yang harus ditentukan oleh mahasiswa. Hal ini berkaitan dengan impian di masa depan. Menetapkan tujuan jangka panjang harus didasarkan pada kesadaran diri pada impian yang diinginkan dapat berupa profesi, kekayaan, pendidikan, atau peran di masyarakat. Tujuan ini dapat sesuai dengan program studi dan mungkin saja keluar dari jalurnya. Tujuan jangkan panjang paling tidak dapat dicapai mulai 10 tahun ke depan. Seorang mahasiswa PGSD dapat memproyeksikan dirinya dimasa depan sebagai guru SD, sebagai aktivis pendidikan, pengambil kebijakan dalam bidang pendidikan, melanjutkan studi ke jenjang berikutnya dan bahkan dapat keluar dari jalur seperti pengusaha atau aktivis politik. Tetapi yang lebih diharapkan dapat konsisten sesuai bidang studinya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

March 2012
M T W T F S S
    Apr »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  
%d bloggers like this: